Minggu, 10 Mei 2026

PERJALANAN HIJRAH DARI DUSUN KELET MENUJU MASA DEPAN Kisah Nyata Latif Safruddin Diabadikan dalam Buku “Masa Lalu Masa Depan”

 

Sebuah kisah perjalanan hidup penuh perjuangan, hijrah, dan pencarian makna kehidupan hadir dalam buku berjudul Masa Lalu Masa Depan karya Latif Safruddin. Buku ini menjadi potret nyata perjalanan seorang anak dusun yang berusaha menembus batas kehidupan dengan tekad, doa, dan keyakinan.

Berangkat dari Dusun Kelet, Jepara, Latif Safruddin memulai langkah kecilnya dengan penuh keterbatasan. Namun kehidupan membawanya menempuh perjalanan panjang ke berbagai kota seperti Bandung, Solo, Klaten, hingga Sleman Yogyakarta. Setiap kota menghadirkan cerita, luka, perjuangan, dan pelajaran hidup yang membentuk dirinya hingga hari ini.

Buku ini tidak hanya bercerita tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin seorang manusia yang mencoba memahami arti kehidupan dan hijrah yang sesungguhnya. Pembaca diajak menyelami bagaimana kerasnya perjuangan hidup di tanah perantauan, menghadapi kegagalan, kesendirian, hingga menemukan cahaya harapan di tengah keterbatasan.

Dengan nuansa hitam putih yang kuat pada cover berlatar Gunung Muria, buku ini menggambarkan perjalanan hidup yang sederhana namun penuh makna. Sosok Latif Safruddin hadir sebagai representasi banyak orang yang pernah jatuh, tetapi memilih bangkit dan terus berjalan.

“Dari dusun kecil, langkah panjang menuju ridha-Nya,” menjadi pesan mendalam yang menguatkan isi buku ini. Sebuah kalimat sederhana namun menggambarkan perjalanan spiritual dan perjuangan hidup yang penuh keikhlasan.

Kehadiran buku Masa Lalu Masa Depan diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak menyerah terhadap keadaan. Bahwa masa lalu bukan untuk disesali, melainkan dijadikan pelajaran untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Buku ini segera hadir melalui penerbit Cerita Kita Publisher dan siap menjadi bacaan reflektif yang menyentuh hati pembaca Indonesia.

DAFTAR ISI

MASA LALU MASA DEPAN

Perjalanan Hidup Penulis

Latif Safruddin


KATA PENGANTAR

UCAPAN TERIMA KASIH

PROLOG

“Langkah Kecil dari Dusun Kelet”


BAB I

AKAR KEHIDUPAN DI DUSUN KELET JEPARA

  1. Lahir dari Kesederhanaan

  2. Kehidupan Keluarga dan Masa Kecil

  3. Belajar Arti Perjuangan

  4. Pendidikan Awal di Kampung Halaman

  5. Tradisi, Doa, dan Nilai Kehidupan


BAB II

MENCARI JALAN HIDUP

  1. Mimpi yang Mulai Tumbuh

  2. Perjalanan Pertama Keluar Kampung

  3. Menantang Ketakutan dan Keraguan

  4. Belajar Mandiri di Tanah Orang

  5. Ujian Kehidupan yang Menguatkan


BAB III

BANDUNG: KOTA PERJUANGAN

  1. Datang dengan Harapan Besar

  2. Bertahan di Tengah Keterbatasan

  3. Persahabatan dan Pelajaran Hidup

  4. Mengenal Dunia yang Lebih Luas

  5. Antara Gagal dan Bangkit Kembali


BAB IV

SOLO: MENEMUKAN MAKNA HIDUP

  1. Kota yang Mengajarkan Kesabaran

  2. Belajar tentang Kesederhanaan

  3. Menjalani Hari dengan Ikhlas

  4. Orang-Orang Baik dalam Perjalanan

  5. Spiritualitas yang Mulai Tumbuh


BAB V

KLATEN: TITIK PERUBAHAN

  1. Langkah Baru dalam Kehidupan

  2. Cobaan yang Datang Bertubi-Tubi

  3. Bertahan dalam Kesunyian

  4. Merenungi Masa Lalu

  5. Hijrah Hati dan Pikiran


BAB VI

SLEMAN YOGJA: PERJALANAN HIJRAH

  1. Menata Ulang Kehidupan

  2. Belajar tentang Keikhlasan

  3. Lingkungan Baru, Semangat Baru

  4. Hijrah Bukan Sekadar Perpindahan

  5. Mendekatkan Diri kepada Allah


BAB VII

MASA LALU DAN MASA DEPAN

  1. Mengenang Luka dan Bahagia

  2. Kesalahan yang Menjadi Pelajaran

  3. Mimpi yang Belum Selesai

  4. Menatap Masa Depan dengan Iman

  5. Menjadi Manusia yang Lebih Baik


BAB VIII

PELAJARAN HIDUP DALAM PERJALANAN

  1. Tentang Kesabaran

  2. Tentang Perjuangan

  3. Tentang Persahabatan

  4. Tentang Keluarga

  5. Tentang Hijrah dan Harapan


EPILOG

“Perjalanan Belum Selesai”

BIODATA PENULIS

DOKUMENTASI PERJALANAN

PENUTUP


Read More

Jumat, 08 Mei 2026

Buku Tidak Mahal, Tapi Kehidupan Terlalu Berharga Jika Tidak Dituliskan

 

LATIF SAFRUDDIN
BURUH MASAK DAN MEDSOS

Di banyak rumah, kita sering menemukan lemari penuh pakaian, tumpukan barang lama, bahkan benda-benda yang sudah jarang digunakan. Namun sangat sedikit rumah yang memiliki rak penuh buku tentang kehidupan mereka sendiri.

Padahal setiap keluarga punya cerita.
Setiap desa punya sejarah.
Setiap orang memiliki perjalanan hidup yang layak diwariskan.

Ironisnya, masyarakat masih sering menganggap menulis buku adalah sesuatu yang mahal, sulit, atau hanya untuk orang terkenal. Padahal jika dipikir secara mendalam, yang jauh lebih mahal sebenarnya adalah ketika pengalaman hidup, perjuangan, sejarah keluarga, nilai budaya, dan perjalanan sebuah desa hilang begitu saja tanpa pernah dituliskan.

Hari ini kita hidup di zaman serba digital. Semua bergerak cepat. Informasi datang dan pergi. Generasi berubah. Tradisi mulai dilupakan. Cerita para orang tua perlahan menghilang karena tidak pernah didokumentasikan.

Dan di situlah buku menjadi sangat penting.

Buku bukan sekadar kertas. Buku adalah penyimpan sejarah manusia.


Setiap Hidup Ada Cerita

Banyak orang berpikir:

“Saya bukan pejabat, bukan tokoh terkenal, bukan profesor. Memangnya hidup saya layak dijadikan buku?”

Jawabannya: sangat layak.

Karena kekuatan sebuah buku bukan selalu tentang siapa yang menulis, tetapi tentang nilai pengalaman yang dibagikan.

Petani punya cerita.
Guru punya cerita.
Pedagang kecil punya cerita.
Perangkat desa punya cerita.
Ibu rumah tangga punya cerita.
Santri punya cerita.
Pelaku UMKM punya cerita.
Bahkan seorang tukang parkir pun punya perjalanan hidup yang bisa menginspirasi ribuan orang.

Masalahnya bukan tidak ada cerita.
Masalahnya adalah banyak cerita besar yang hilang sebelum sempat ditulis.


Jika Satu Desa Dibukukan, 100 Lemari Mungkin Tidak Cukup

Coba bayangkan satu desa saja.

Di dalam satu desa terdapat:

  • sejarah berdirinya kampung,

  • perjuangan para pendiri desa,

  • cerita tokoh masyarakat,

  • kisah pembangunan,

  • tradisi budaya,

  • cerita petani,

  • kisah cinta,

  • konflik sosial,

  • perjuangan ekonomi,

  • sejarah masjid,

  • perjalanan pendidikan,

  • cerita UMKM,

  • tradisi gotong royong,

  • kisah spiritual,

  • cerita anak muda merantau,

  • hingga cerita sederhana yang membentuk kehidupan masyarakat.

Jika semuanya ditulis dengan jujur dan lengkap, mungkin bukan hanya satu buku yang lahir.

Bahkan bisa jadi:

“100 lemari buku pun tidak akan cukup menyimpan seluruh cerita dalam satu desa.”

Karena desa bukan sekadar wilayah administratif. Desa adalah kumpulan kehidupan manusia.

Dan setiap manusia membawa sejarahnya masing-masing.


Fakta: Indonesia Kaya Cerita, Tapi Miskin Dokumentasi

Indonesia memiliki lebih dari 74.000 desa. Setiap desa memiliki sejarah, budaya, bahasa, dan karakter masyarakat yang berbeda.

Namun berapa banyak yang benar-benar terdokumentasikan dalam bentuk buku?

Sangat sedikit.

Akibatnya:

  • banyak sejarah lokal hilang,

  • kisah tokoh desa tidak dikenal,

  • budaya perlahan terlupakan,

  • generasi muda kehilangan akar cerita,

  • dan pengalaman hidup masyarakat hanya berhenti sebagai obrolan lisan.

Padahal negara maju menjaga sejarah mereka melalui dokumentasi, arsip, dan literasi.

Mereka memahami satu hal penting:

Bangsa besar bukan hanya membangun gedung, tetapi juga menulis sejarahnya sendiri.


Buku Bukan Lagi Kebutuhan Elit

Dulu mungkin buku dianggap mahal. Namun hari ini biaya membuat buku jauh lebih murah dibanding kehilangan sejarah hidup.

Orang bisa menghabiskan:

  • jutaan rupiah untuk gadget,

  • puluhan juta untuk kendaraan,

  • ratusan ribu untuk hiburan sesaat,

tetapi masih ragu menulis buku yang bisa diwariskan seumur hidup.

Padahal buku memiliki nilai jangka panjang:

  • menjadi warisan keluarga,

  • membangun personal branding,

  • menyimpan sejarah,

  • menginspirasi generasi berikutnya,

  • bahkan bisa menjadi sumber penghasilan.

Satu buku bisa dibaca puluhan tahun.
Satu cerita bisa mengubah kehidupan orang lain.


Menulis Buku Adalah Bentuk Keberanian

Tidak semua orang berani menuliskan hidupnya.

Karena menulis buku berarti:

  • jujur pada perjalanan hidup,

  • membuka pengalaman,

  • membagikan pelajaran,

  • dan meninggalkan jejak pemikiran untuk masa depan.

Itulah sebabnya buku selalu memiliki nilai yang lebih dalam dibanding sekadar konten media sosial yang hilang dalam hitungan detik.

Buku bertahan lebih lama.
Buku menyimpan emosi.
Buku menjaga sejarah manusia.


Cerita Kita Publisher dan Gerakan Menulis Kehidupan

Melalui Cerita Kita Publisher, semangat menulis bukan hanya ditujukan untuk penulis terkenal atau akademisi, tetapi untuk masyarakat luas.

Karena kami percaya:

Semua orang punya cerita yang layak ditulis.

Kami ingin lebih banyak:

  • tokoh desa,

  • pelaku UMKM,

  • guru,

  • santri,

  • petani,

  • perangkat desa,

  • komunitas,

  • hingga keluarga biasa,

mulai mendokumentasikan perjalanan hidup mereka dalam bentuk buku.

Sebab ketika satu generasi tidak menulis, maka generasi berikutnya akan kehilangan banyak pelajaran hidup.


Buku Adalah Investasi Peradaban

Hari ini mungkin seseorang hanya melihat buku sebagai benda biasa.

Namun puluhan tahun kemudian, buku itu bisa menjadi:

  • sumber sejarah,

  • bahan penelitian,

  • inspirasi generasi muda,

  • bukti perjuangan,

  • hingga warisan keluarga yang tidak ternilai.

Bayangkan jika para orang tua dulu menuliskan perjuangan hidup mereka.
Bayangkan jika sejarah desa terdokumentasi lengkap.
Bayangkan jika setiap perjalanan masyarakat disimpan dalam buku.

Maka generasi hari ini tidak akan kehilangan akar cerita mereka.


Penutup

Buku memang tidak mahal.
Tetapi nilai kehidupan di dalamnya sangat berharga.

Karena setiap hidup adalah cerita.
Dan setiap cerita layak untuk diwariskan.

Jangan biarkan pengalaman hidup hilang tanpa jejak.
Jangan biarkan sejarah desa hilang ditelan zaman.
Jangan biarkan perjuangan orang-orang baik berhenti hanya sebagai cerita lisan.

Tuliskan. Dokumentasikan. Wariskan.

Karena suatu hari nanti, anak cucu kita mungkin akan mengenal sejarah hidup kita bukan dari ingatan orang lain — tetapi dari buku yang kita tinggalkan.

Read More

Dari Tukang Parkir hingga Pengusaha Kuliner, Latif Safruddin Tuangkan Kisah Inspiratif dalam Buku Dapur Barokah Sleman

 


SLEMAN — Kisah perjuangan hidup yang penuh ketekunan, kegigihan, dan nilai keberkahan dituangkan Latif Safruddin dalam buku berjudul Dapur Barokah Sleman. Buku tersebut menjadi salah satu karya inspiratif yang menceritakan perjalanan nyata dari kehidupan sederhana hingga berhasil membangun usaha kuliner online yang berkembang di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berbeda dari buku motivasi pada umumnya, Dapur Barokah Sleman hadir dengan pendekatan yang lebih dekat dengan realitas masyarakat. Buku ini mengangkat perjalanan hidup penulis yang dimulai dari berbagai pekerjaan sederhana, menghadapi keterbatasan ekonomi, hingga perjuangan membangun usaha kuliner dengan penuh kesabaran dan kerja keras.

Latif Safruddin mengatakan buku tersebut lahir dari pengalaman hidup nyata yang ingin dibagikan kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang sedang merintis usaha atau menghadapi tantangan kehidupan.

“Setiap perjalanan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Saya ingin buku ini menjadi penyemangat bahwa siapa pun bisa bangkit selama mau berusaha dan tidak menyerah,” ujarnya.

Dalam buku tersebut, pembaca diajak memahami bagaimana proses perjuangan tidak selalu berjalan mudah. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari keterbatasan modal, tekanan ekonomi, hingga proses membangun kepercayaan pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang semakin berkembang.

Namun di balik cerita perjuangan bisnis, buku ini juga banyak mengangkat nilai kehidupan, spiritualitas, dan pentingnya menjaga keberkahan dalam usaha. Penulis menekankan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang keuntungan materi, tetapi juga tentang manfaat yang diberikan kepada orang lain.

Buku Dapur Barokah Sleman juga memuat berbagai pengalaman pribadi tentang bagaimana membangun usaha dengan prinsip kejujuran, pelayanan yang baik, serta menjaga hubungan sosial dengan masyarakat sekitar.

Selain membahas perjalanan usaha, buku ini turut menghadirkan motivasi bagi generasi muda agar lebih berani memulai usaha dan tidak takut menghadapi kegagalan.

“Kegagalan bukan akhir perjalanan, tetapi bagian dari proses belajar menuju keberhasilan,” tulis Latif Safruddin dalam salah satu bagian bukunya.

Kehadiran buku ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan karena dinilai mampu memberikan inspirasi melalui cerita yang sederhana namun penuh makna. Gaya bahasa yang ringan dan komunikatif membuat buku tersebut mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai usia.

Buku Dapur Barokah Sleman diterbitkan melalui kerja sama bersama Cerita Kita Publisher di bawah naungan PT WEB DIGITAL MARKETING. Proses penerbitan dilakukan secara profesional mulai dari penyusunan konsep, editing, desain, hingga distribusi dalam bentuk buku cetak dan e-book digital.

Cerita Kita Publisher menyebut karya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan buku-buku inspiratif yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan mampu memberikan dampak positif bagi pembaca.

Selain tersedia dalam bentuk cetak, buku ini juga dirilis dalam format digital untuk memudahkan akses pembaca di era modern.

Melalui buku tersebut, Latif Safruddin berharap kisah perjuangan yang ditulisnya dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk tetap semangat menghadapi kehidupan dan terus berusaha meraih masa depan yang lebih baik.

Buku Dapur Barokah Sleman kini mulai diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi, promosi digital, hingga agenda diskusi dan bedah buku yang melibatkan komunitas pembaca dan pelaku usaha muda.

Dengan pesan tentang perjuangan, keberanian, dan keberkahan hidup, buku ini diharapkan mampu menjadi salah satu bacaan inspiratif yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Read More

Referensi Buku “15 Tahun Sebagai BPD Mengabdi di Desa Sumberejo”

 


Referensi Buku

“15 Tahun Sebagai BPD Mengabdi di Desa Sumberejo”

Catatan Perjalanan Latif Safruddin (2012–2026)

Identitas Buku

Judul Buku:
15 Tahun Sebagai BPD Mengabdi di Desa Sumberejo

Subjudul:
Catatan Perjalanan Pengabdian dan Dedikasi Membangun Desa

Penulis:
Latif Safruddin

Penerbit:
Cerita Kita Publisher

Naungan Penerbit:
PT WEB DIGITAL MARKETING

Tahun Terbit:
2026

Kategori Buku:
Biografi • Pengabdian Desa • Kepemimpinan • Sosial Kemasyarakatan • Inspirasi

Format Buku:

  • Buku Cetak

  • E-Book Digital (PDF/EPUB)

Bahasa:
Bahasa Indonesia


Tentang Buku

Buku “15 Tahun Sebagai BPD Mengabdi di Desa Sumberejo” merupakan sebuah karya dokumentasi perjalanan pengabdian yang penuh makna dari Latif Safruddin selama menjalankan amanah sebagai anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Sumberejo sejak tahun 2012 hingga 2026.

Buku ini lahir dari pengalaman nyata di lapangan, dari proses mendengarkan aspirasi masyarakat, menghadapi dinamika pembangunan desa, memperjuangkan kebutuhan warga, hingga menjaga semangat kebersamaan dalam membangun desa yang lebih maju dan harmonis.

Tidak hanya berisi cerita perjalanan pribadi, buku ini juga menjadi catatan sejarah sosial yang menggambarkan bagaimana peran BPD memiliki posisi penting dalam menjaga keseimbangan pemerintahan desa, memperkuat partisipasi masyarakat, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan warga.

Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna, Latif Safruddin membagikan berbagai pengalaman, tantangan, perjuangan, dan pelajaran hidup selama menjalankan tugas pengabdian. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa membangun desa bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan, kebersamaan, dan nilai kemanusiaan.


Isi dan Pembahasan Buku

Buku ini membahas banyak hal penting yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat desa dan perjalanan pengabdian selama 15 tahun, di antaranya:

1. Awal Perjalanan Menjadi BPD

Penulis menceritakan bagaimana awal mula terjun ke dunia pengabdian masyarakat, motivasi yang melatarbelakangi dirinya menjadi bagian dari BPD, serta harapan yang ingin diwujudkan untuk Desa Sumberejo.

2. Dinamika Kehidupan Desa

Pembaca akan diajak melihat realitas kehidupan desa dari sudut pandang seorang pelayan masyarakat. Mulai dari persoalan sosial, kebutuhan pembangunan, aspirasi warga, hingga tantangan dalam menjaga keharmonisan masyarakat.

3. Pengabdian dan Tanggung Jawab

Buku ini menggambarkan bagaimana amanah sebagai BPD bukan hanya sebuah jabatan, tetapi tanggung jawab moral untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat dengan penuh integritas dan keikhlasan.

4. Perjuangan dan Tantangan

Berbagai pengalaman menghadapi kendala, perbedaan pendapat, keterbatasan anggaran, hingga dinamika politik desa diceritakan secara jujur dan inspiratif.

5. Nilai Kehidupan dan Kepemimpinan

Buku ini juga banyak membahas nilai-nilai penting seperti:

  • Kejujuran

  • Kesabaran

  • Kepedulian sosial

  • Musyawarah

  • Kepemimpinan yang melayani

  • Gotong royong

  • Dedikasi terhadap masyarakat

6. Harapan untuk Generasi Muda

Penulis memberikan pesan moral kepada generasi muda agar tidak takut untuk terlibat dalam pembangunan desa dan kegiatan sosial masyarakat.


Keunggulan Buku

Berdasarkan Kisah Nyata

Seluruh isi buku berasal dari pengalaman langsung selama menjalankan pengabdian di Desa Sumberejo.

Mengandung Nilai Inspiratif

Buku ini memberikan motivasi tentang arti pengabdian, ketulusan, dan perjuangan membangun masyarakat.

Bahasa Mudah Dipahami

Ditulis dengan gaya bahasa ringan dan komunikatif sehingga mudah dipahami berbagai kalangan.

Cocok untuk Banyak Kalangan

Buku ini cocok dibaca oleh:

  • Aparatur desa

  • Tokoh masyarakat

  • Mahasiswa

  • Aktivis sosial

  • Pemerhati desa

  • Generasi muda

  • Komunitas literasi

  • Masyarakat umum


Nilai Edukasi Buku

Buku ini tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi, tetapi juga memiliki nilai edukasi yang kuat terkait:

  • Tata kelola pemerintahan desa

  • Kepemimpinan sosial

  • Pemberdayaan masyarakat

  • Pentingnya partisipasi warga

  • Budaya musyawarah

  • Pengabdian tanpa pamrih

Melalui buku ini, pembaca dapat memahami bahwa pembangunan desa memerlukan kerja sama, kesabaran, komunikasi, dan komitmen yang panjang.


Proses Penerbitan Buku

Buku ini diterbitkan melalui proses kerja sama profesional bersama Cerita Kita Publisher di bawah naungan PT WEB DIGITAL MARKETING.

Proses penerbitan meliputi:

  • Penyusunan konsep buku

  • Penulisan dan dokumentasi perjalanan

  • Editing dan proofreading

  • Desain cover dan layout

  • Pengurusan ISBN

  • Produksi cetak

  • Konversi e-book digital

  • Distribusi dan promosi

Buku tersedia dalam:

Buku Cetak

Dicetak menggunakan kualitas premium agar nyaman dibaca dan tahan lama.

E-Book Digital

Tersedia dalam format digital untuk memudahkan akses pembaca di era modern.


Pesan Utama Buku

Buku ini ingin menyampaikan bahwa:

“Pengabdian bukan tentang dikenal banyak orang, tetapi tentang memberi manfaat bagi masyarakat.”

Melalui perjalanan selama 15 tahun, Latif Safruddin menunjukkan bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil, ketulusan hati, dan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat.


Penutup

“15 Tahun Sebagai BPD Mengabdi di Desa Sumberejo” bukan hanya sebuah buku biografi atau dokumentasi perjalanan, tetapi juga sebuah warisan pemikiran dan pengalaman hidup yang penuh nilai inspirasi.

Buku ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan cinta terhadap lingkungan tempat kita tumbuh.

Diharapkan buku ini dapat menjadi sumber motivasi, pembelajaran, dan inspirasi bagi siapa saja yang ingin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Cerita Kita Publisher

Menulis Bersama, Bertumbuh Bersama.

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

PROSES PENULISAN DAN CETAK BUKU

PROSES PENULISAN DAN CETAK BUKU
CERITA KITA PUBLISHER

Postingan Populer

SEGERA TERBIT

SEGERA TERBIT
PENGAJAR PENYIAR DAN TELAWAN KEMANUSIAAN PENULIS RAHMAWATI SHOLEHAH SUKEMI

SEGERA TERBIT

SEGERA TERBIT
PUNDUNGAN SPEKTAKULER PENULIS DANANG SETIAWAN

SEGERA TERBIT

SEGERA TERBIT
PENGUSAHA ROTI BU SRI PENULIS DESI IKA ANDRAYANI

SEGERA TERBIT

SEGERA TERBIT
KEKERASAN PEREMPUAN DAN ANAK PENULIS RINI DWI LESTARI

SEGERA TERBIT

SEGERA TERBIT
USAHA STEAK BALAIKOTA PENULIS KARTIKA HAMID

SEGERA TERBIT

SEGERA TERBIT
USAHA DENCRAFT PENULIS ERNAL APRIL

Copyright © Cerita Kita | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com